MENGERIKAN!!! KALAU ANDA MASIH PUNYA HATI TOLONG DI BAGIKAN.!!!!!!!!!!!! KISAH NYATA; ANAK YANG DURHAKA PADA IBUNYA DAN SI ANAK MENJADI BUAYA...

MENGERIKAN!!! KALAU ANDA MASIH PUNYA HATI TOLONG DI BAGIKAN.!!!!!!!!!!!! KISAH NYATA; ANAK YANG DURHAKA PADA IBUNYA DAN SI ANAK MENJADI BUAYA...

MENGERIKAN!!! KALAU ANDA MASIH PUNYA HATI TOLONG DI BAGIKAN.!!!!!!!!!!!! KISAH NYATA; ANAK YANG DURHAKA PADA IBUNYA DAN SI ANAK MENJADI BUAYA... - Hallo Pembaca Setia Info Guna Masa Kini, Pada sharing info yang bermanfaat kali ini yang berjudul " MENGERIKAN!!! KALAU ANDA MASIH PUNYA HATI TOLONG DI BAGIKAN.!!!!!!!!!!!! KISAH NYATA; ANAK YANG DURHAKA PADA IBUNYA DAN SI ANAK MENJADI BUAYA... ", saya telah memberikan info terbaru dan yang sedang dibicarakan di jagat sosial media. Semoga isi postingan info yang saya tulis ini dapat bermanfaat untuk kalian semua. okelah, ini dia infonya.

MENGERIKAN!!! KALAU ANDA MASIH PUNYA HATI TOLONG DI BAGIKAN.!!!!!!!!!!!! KISAH NYATA; ANAK YANG DURHAKA PADA IBUNYA DAN SI ANAK MENJADI BUAYA...

Seorang anak yang durhakar pada ibunya. Dia tidak hanya suka teriak-teriak di berwajah, walau demikian sukai mencaci-maki. Ibunya yang sudah tua, kerapkali berdoa pada Allah SWT supaya Allah memperingan kekerasan serta kekejaman anaknya. Dia jadikan ibunya sebagai pembantu yang menolong serta mengurus semuanya kebutuhannya, sedang ibunya sendiri tidak memerlukan pengurusan dan bantuannya. Begitu sering air matanya mengalir di ke-2 pipinya, berdoa pada Allah SWT supaya belahan hatinya memperoleh hidayah hingga jadi anak yang berbakti pada orangtua.

Disuatu hari si-anak menemui ibunya dengan raut muka beram yang tampak dari colot mata serta alis yang menyatu. Si-anak berteriak-teriak pas di muka ibunya, “Apakah ibu tidak mempersiapkan makanan ku? ” Dengan selekasnya ibunya menyiapkan serta menyajikan makanan si-anak. Walau demikian, ketika si-anak lihat makanan yg tidak disenangi, bukanlah tetap mengkonsumsinya, tetapi jadi ia lemparkan ke tanah.

Hasil gambar untuk foto anak sebagai buaya
Si-anak geram dan berkata dengan suara yang kumprang, “Sungguh, saya terkena musibah dengan wanita yang telah tua renta, saya tidak paham, kapan saya dapat berlepas diri tua renta ini. ” Ibunya menangis seraya berkata, “Wahai anakku, takutlah anda pada Allah terhadapku. Bukankah anda takut pada Allah? Bukankah anda takut bakal murka dan kemarahanNya? ”. Karena mendengar kalimat ibunya itu, jadi kemarahan si-anak juga semakin jadi, si-anak memegang pakaian ibunya dan mengangkatnya. Dia mengguncang-guncang ibunya dengan kuat seraya menghardik, “Dengar, saya tidak ingin dinasihati. Bukanlah saya yang harus disebut mesti bertakwa pada Allah. ”ank durhaka


style= " latar belakang-color : white ; box-sizing : border-box ; margin-bottom : 26px ; text-align : center ; " Hasil gambar untuk foto anak yang menjadi buaya
Lalu si-anak melempar ibunya yang sudah tua renta itu. Ibunya-pun jatuh tersungkur. Tangis ibunya bercampur dengan tawa si-anak yang penuh dengan kepongahan seraya menyampaikan, “Ibu pastinya akan mendoakan kecelakaan bagiku. Ibu menduga Allah bakal mengabulkannya. ” Lalu si-anak keluar tempat tinggal sembari mengolok-olok ibunya. Sementara sang ibu, ia berlinangan air mata rasa sedih, menangis siang dan malam tidak ada henti.

Adapun anaknya, dia pergi menaiki mobilnya. Bergembira dan bersuka cita sembari dengarkan musik yang ia anggap kenyamanan dalam kehidupannya. Si-anak melaju dengan mobil yang ramai karena nada musiknya. Dia lupa bakal apa yang sudah dia perbuat pada ibunya yang mulai sejak kecil menjaga, membesarkan dengan kasih sayang. Dia meninggalkan ibunya dalam kondisi bersedih hati sendirian, hatinya menelan rasa sakit, alami rasa sedih yang begitu mendalam.
Ketika mobilnya melaju di jalan raya dengan kecepatan membabi buta, tiba-tiba ada seekor hewan ada di dalam jalan. Dia terguncang serta kehilangan keseimbangan. Dia berusaha untuk mengendalikan kondisi, walau demikian tidak ada jalan keluar dari takdir. Celakalah, mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi itu terjungkal, merungsuk keluar jalan, tanpa ada ia sadari, ada potongan besi mobil yang masuk kedalam perutnya, tetapi dia tidak saat itu juga kehilangan nyawanya. Allah SWT menangguhkan kematiannya. Dia beralih dari operasi satu ke operasi yang lain, sampai pada akhirnya terbaring ditempat tidur, tidak dapat bergerak sekalipun. (Aqibah Uquq al-Walidain, hal. 69-71.)
Hide Original Sentences
Seorang anak yang durhakar kepada ibunya. Dia tidak hanya suka teriak-teriak di wajahnya, akan tetapi suka mencaci-maki. Ibunya yang telah tua, seringkali berdoa kepada Allah SWT agar Allah meringankan kekerasan dan kekejaman anaknya. Dia menjadikan ibunya sebagai pembantu yang membantu dan mengurusi semua kebutuhannya, sedangkan ibunya sendiri tidak membutuhkan pengurusan dan bantuannya. Betapa sering air matanya mengalir di kedua pipinya, berdoa kepada Allah SWT agar belahan hatinya mendapat hidayah sehingga menjadi anak yang berbakti pada orang tua. Pada suatu hari si-anak menemui ibunya dengan raut wajah beram yang terlihat dari colot mata dan alis yang menyatu. Si-anak berteriak-teriak tepat di wajah ibunya, “Apakah ibu tak menyiapkan makanan ku?” Dengan segera ibunya mempersiapkan dan menghidangkan makanan si-anak. Akan tetapi, tatkala si-anak melihat makanan yang tidak disukai, bukan tetap memakannya, namun malah ia lemparkan ke tanah. Hasil gambar untuk foto anak yang menjadi buaya Si-anak marah dan berkata dengan nada yang kumprang, “Sungguh, aku kena musibah dengan wanita yang sudah tua renta, aku tidak tahu, kapan aku bisa berlepas diri tua renta ini.” Ibunya menangis seraya berkata, “Wahai anakku, takutlah kamu kepada Allah terhadapku. Tidakkah kamu takut kepada Allah? Tidakkah kamu takut akan murka dan kemarahanNya?”. Karena mendengar kata-kata ibunya tersebut, maka kemarahan si-anak pun semakin menjadi, si-anak memegang baju ibunya dan mengangkatnya. Dia mengguncang-guncang ibunya dengan kuat seraya menghardik, “Dengar, aku tidak mau dinasihati. Bukan aku yang mesti dibilang harus bertakwa kepada Allah.”ank durhaka style="background-color: white; box-sizing: border-box; margin-bottom: 26px; text-align: center;"> Hasil gambar untuk foto anak yang menjadi buaya Kemudian si-anak melempar ibunya yang telah tua renta itu. Ibunya-pun jatuh tersungkur. Tangis ibunya bercampur dengan tawa si-anak yang penuh dengan kepongahan seraya mengatakan, “Ibu pasti akan mendoakan kecelakaan bagiku. Ibu mengira Allah akan mengabulkannya.” Kemudian si-anak keluar rumah sambil mengolok-olok ibunya. Sementara sang ibu, ia berlinangan air mata kesedihan, menangis siang dan malam tiada henti. Adapun anaknya, dia pergi menaiki mobilnya. Bergembira dan bersuka cita sambil mendengarkan musik yang ia anggap kenyamanan dalam hidupnya. Si-anak melaju dengan mobil yang ramai karena suara musiknya. Dia lupa akan apa yang telah dia perbuat terhadap ibunya yang sejak kecil merawat, membesarkan dengan kasih sayang. Dia meninggalkan ibunya dalam keadaan bersedih hati sendirian, hatinya menelan rasa sakit, mengalami kesedihan yang sangat mendalam. Tatkala mobilnya melaju di jalan raya dengan kecepatan membabi buta, tiba-tiba ada seekor hewan berada di tengah jalan. Dia terguncang dan kehilangan keseimbangan. Dia mencoba untuk mengendalikan situasi, akan tetapi tidak ada jalan keluar dari takdir. Celakalah, mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi tersebut terjungkal, merungsuk keluar jalan, tanpa ia sadari, ada potongan besi mobil yang masuk ke dalam perutnya, namun dia tidak seketika kehilangan nyawanya. Allah SWT menangguhkan kematiannya. Dia berpindah dari operasi satu ke operasi yang lain, hingga akhirnya terbaring di tempat tidur, tidak bisa bergerak sama sekali. (Aqibah Uquq al-Walidain, hal. 69-71.)

sumber:http://www.pusatinformasidunia.com/

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :